Purwakarta, 12 November 2024 – Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta mengadakan seminar bertajuk “Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan” pada Selasa, 12 November 2024 di Balai Sawala Yudhistira, Pemda Kabupaten Purwakarta. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan para pemangku kepentingan pendidikan dalam mencegah serta menangani kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah.
Acara ini dibuka oleh Pj Bupati Purwakarta Benni Irwan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Norman Nugraha. Dalam sambutannya, Norman Nugraha menyampaikan harapan agar seminar ini menjadi langkah awal yang konkret dalam menanggulangi kekerasan di sekolah dengan pendekatan pencegahan yang sistematis dan melibatkan berbagai pihak.
Dalam wawancaranya dengan awak media, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Dr. H. Purwanto, M.Pd., menyatakan bahwa acara ini bertujuan untuk meminimalisir tingginya angka tindak kekerasan dan intoleransi di lingkungan sekolah. Dari sisi regulasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah mengeluarkan aturan melalui Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021, yang mewajibkan semua sekolah memiliki Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (PPKS). Tim ini bertugas mencegah dan menangani tindak kekerasan di sekolah, baik yang melibatkan sesama siswa, antara guru dan siswa, serta lainnya.
“Hal terpenting dalam kegiatan ini adalah memberikan wawasan kepada para kepala sekolah terkait tuntutan regulasi, kebutuhan masyarakat. Tujuannya agar wawasan mereka bertambah. Selain itu, kami juga melibatkan orang tua siswa dalam proses ini, karena menangani kekerasan di sekolah tidak cukup hanya dengan peran guru dan kepala sekolah. Faktor yang paling penting adalah peran orang tua. Rata-rata tindak kekerasan terjadi karena kurangnya kedekatan antara orang tua dan anak, serta kurangnya komunikasi dan kasih sayang yang diberikan orang tua. Hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak dapat membantu mengurangi perilaku kekerasan di sekolah,” ujar Purwanto.

Seminar ini menghadirkan narasumber utama H. Agus Marzuki, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Purwakarta, yang menyampaikan materi mengenai peran serta berbagai pihak dalam mengatasi kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. H. Agus Marzuki menegaskan bahwa kekerasan dalam dunia pendidikan dapat berdampak buruk pada perkembangan anak dan harus segera diatasi melalui upaya kolaboratif.
Turut hadir dalam seminar ini Ketua Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Purwakarta, Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (PPKSP) Kabupaten Purwakarta, Ketua Forum Anak Kabupaten Purwakarta, para pengawas SD dan SMP, serta kepala sekolah dari berbagai SD dan SMP se-Kabupaten Purwakarta. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kolektif dalam menjaga keamanan dan kenyamanan peserta didik.
Dengan diadakannya seminar ini, diharapkan terbentuk langkah-langkah strategis untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan, serta mempererat koordinasi antara semua pihak yang berkepentingan dalam memberikan perlindungan dan pendidikan berkualitas bagi generasi muda.
Yadi kusumayadi



















